Tyas hanya berdiri mematung, tanpa jawaban air matanya mengalir. Ia melawan desiran aneh di dadanya. Wanita itu pun, melanjutkan perjalanannya menuju mobil di depan. Sembari menghapus air matanya, Tyas masuk kedalam mobil miliknya. "Bunda gak pa-pa? Om tadi nyakitin Bunda 'ya?" tanya Badai. Tyas tersenyum wanita itu menggelengkan kepalanya. "Gak sayang. Om tadi itu temannya ayah sama bunda..." jawab Tyas Tyas menjalan kan mobilnya, apa yang di rasakan oleh wanita itu? Mengapa jantungnya berdetak lebih kencang. Apakah rasa yang dulu pernah ada akan hadir! Atau malah sudah hadir? Semua sangat merumitkan, perasaan memang rumit bukan? Jika kehadiran Damar mampu membuat rasa yang dulu pernah padam menjadi hidup kembali bagaimana? Bagaimana dengan Istri Damar Sherena? Bagaimana dengan tuan W

