7. Pesanan kue

2006 Kata
Ranti memasuki Toko Roti dengan cepat dan bel toko pun berbunyi cukup jelas yang menandakan ada seseorang yang baru saja memasuki area dalam toko. Filda pun segera menatap kearah Ranti yang sedang tersenyum lebar ke arah nya itu, Filda pun mengerutkan kedua alis nya terheran-heran ia pun segera berucap "Tumben kau datang lebih awal dari hari biasa nya, apakah kau sedang sakit.. Ranti?" Tanya Filda cepat merasa cemas akan keadaan sahabat nya itu yang selalu saja tersenyum lebar bak habis ketiban rezeki nomplok. Ranti sontak menggelengkan kepala nya dan berucap "Aku di terima, Filda! Aku akan segera menjadi seorang perawat!" Pekik Ranti kecang dan melompat-lompat kegirangan seketika. Filda sontak tersenyum lebar dan ikut melompat-lompat kegirangan seketika! membuat para pengunjung toko melirik dan memerhatikan mereka berdua. "Ck.. ck.. ck.. sudah tua tapi tetap tak tau malu." Ejek Joy ketus dan tersenyum kuda ke arah Ranti dan Filda. "Stt.. diamlah! Dasar perusak kesenangan orang saja." Grutu Filda ketus dan menatap tajam kearah Joy. Ranti pun sontak tertawa geli saat melihat pemandangan yang baru saja ia saksikan itu, Filda tak pernah marah semarah itu kepada nya! tapi mengapa pandangan kemarahan itu malah terlihat untuk Joy, apa yang telah Joy lakukan sehingga Filda bisa marah seperti itu? Ranti hanya bisa terkekeh kecil dan dalam hati menyoraki Joy yang telah membangunkan singa pemarah itu. "Apa yang sudah kau lakukan? kenapa Filda begitu marah kepada mu?" Tanya Ranti cepat dan tertawa kecil mengejek ke arah Joy yang saat ini terlihat lesu dan tak berdaya itu. "Hah.. aku salah membuat adonan kue Jahe, dan dia marah kepada ku sampai selama ini!" Ucap Joy pelan dan menundukan padangan nya sedih. Ranti sontak tertawa lebar dan menatap miring ke arah Joy, mengasihi nasib seorang Joy yang amat lah sangat malang itu. "Joy, kau dalam masalah yang besar! Filda akan terus marah kepada mu sampai tiga hari kedepan! kau harus tabahkan diri mu ya, Nak." Ucap Ranti cepat dan tertawa bahagia. "Hey, bantulah.. gua Ranti." Triak Joy kencang saat melihat Ranti pergih begitu saja meninggalkan diri nya sendirian di meja kasir. "Ck, apa yang harus gua lakuin sekarang?" Gumam Joy cepat dan mengacak-acak rambut nya frustasi. Ranti dengan cepat segera mengganti baju nya dengan seragam toko, tak lupa ia juga mengenakan name tag nama nya sebelum keluar dari ruangan ganti itu. "Ranti." Panggil Filda cepat dan ia segera berlari menuju ke arah Ranti yang saat ini baru saja keluar dari ruangan ganti itu. "Ada apa?" Ucap Ranti cepat dan menatap serius ke arah Filda. "Ada pesanan kue ulang tahun 7 tingkat." Ucap Filda cepat dan tersenyum bahagia ke arah Ranti. Deg.. entah kenapa perasan nya terasa aneh jantung Ranti berdetak lebih kencang dari sebelum nya, Ranti sendiri bingung mengapa ia seperti ini, ia pun berucap "Benarkah? dan acara pesta ulang tahun." Ucap Ranti cepat dengan wajah terkejut nya itu. "Benar! tapi.." Ucap Filda terpotong dan menundukan pandangan nya sendu. "Tapi apa? ini adalah sesuatu yang besar, kita bisa rugi jika melewatkan nya." Ucap Ranti cepat dan menatap lekat ke arah Filda. "Aku tau, tapi.. Acara nya akan di adakan pada malam hari ini! tepat pukul jam 19:00 WIB kue kita harus sudah siap disana." Ucap Filda cepat dan menatap Ranti dengan pandangan sedih nya itu. Ranti sontak menatap ke arah jam tangan nya dengan cepat ia pun mulai membuka suara nya "Apa? kue 7 tingkat dan waktu kita hanya tinggal 5 jam lagi? hah." Ucap Ranti pelan dan menatap Filda dengan wajah panik nya itu. "Bagaimana ini, apa kita tolak saja?" Ucap Filda pelan. "Tidak! aku yakin kita pasti bisa.. ayo tutup toko hari ini dan kita hanya akan membuat kue pesanan yang 7 tingkat itu." Ucap Ranti gamblang dan tersenyum penuh arti menatap ke arah Filda. Cklek.. terdengar suara pintu toko terkunci dari dalam, Joy pun kini kembali berjalan ke arah dapur setelah selesai menutup toko di siang hari ini. "Sudah ku tutup." Ucap Joy cepat dan tersenyum lebar ke arah Ranti dan Filda namun sayang nya Filda masih nggan membalas senyuman Joy itu. "Baiklah, kue yang di pesan adalah jenis kue yang bertemakan kartu anak-anak.. apakah ada yang mempunyai ide untuk menghias nya semenarik mungkin?" Ucap Filda cepat dan menatap ke arah Ranti juga Joy silih berganti. "Bagaimana jika aku membuat nya kue yang berukuran kecil-kecil bergambar kartu lucu-lucu terus akan kita taruh di setiap lantai kue nya?" Ucap Joy cepat dan tersenyum kuda. "Apa kau yakin bisa membuat nya, Joy? wajah mu tak memerlihatkan jika kau mampu membuat nya." Sindir Filda ketus dengan amarah yang masih belum juga reda terhadap kesalahan yang telah Joy perbuat itu. "Ayolah, Filda mari kita percaya kepada Joy! Joy lakukan lah dengan cepat dan baik oke.. aku dan Filda akan membuat adonan kue nya." Ucap Ranti cepat dan menepuk-nepuk pundak Joy sebelum ia pergih melangkah ke arah tempat persedian bahan-bahan itu. "Joy, jika kau mengacaukan nya kali ini.. maka tamatah riwayat mu!" Ucap Filda cepat dan menatap horor ke arah Joy. "Astaga! wajah mu mengapa sangat menyeramkan Filda.. membuat ku merinding." Ucap Joy cepat dan segera menepuk-nepuk ke dua lengan nya takut-takut. Tak terasa kini detik berganti menit dan menit berganti menjadi jam begitu seterus nya sampai ke tiga orang yang saat ini sedang membuat kue itu dengan mengerakan semua tenaga dan pikiran nya sehingga terciptalah kue 7 tingkat yang paripurna itu. "s**t! waktu kita tinggal satu jam lagi!" Teriak Joy kencang agar Ranti dan Filda bisa mendengar suara nya itu dari kejahuan. "Benarkah? cepat-cepat! kita pasti bisa." Imbuh Ranti cepat dan segera merapihkan crem yang telah ia berikan untuk melapisi bagian tertinggi susuan kue terakhir itu. "Selesai! cepat hias bagian terakhir." Teriak Ranti cepat dan segera melepas apron nya dengan cepat. "Ranti, kurasa mobil penjempunya telah datang! cepatlah kau temui mereka dan ucapkan bahwa kue nya akan segera siap." Ucap Filda cepat dan segera mengambil alih dan membuat hiasan bagian kue paling atas yang terakhir nya itu. "Baik, selesaikan dengan cepat.. ayo-ayo semangat sampai titik darah penghabisan." Teriak Ranti cepat yang mana membuat Filda dan Joy terkekeh lebar seketika. Cklek.. suara pintu toko yang terbuat hampir 70 persen nya adalah kaca itu terbuka sempurna, Ranti melangkah ke luar menghampiri seseorang yang saat ini sedang berdiri di samping mobil truk makan itu. "Permisi Pak, Bapak yang akan mengambil kue ulang tahun pesanan?" Tanya Ranti cepat dengan seulas senyuman ramah yang ia tampilkan di bibir pink nya itu. "Iya, dengan Ibu Filda?" Ucap seorang pria itu cepat dan terdengar tegas. "Bukan saya Ranti, Ibu Filda sedang mempersiapkan kue nya.. silahkan masuk, Pak." Ucap Ranti cepat dan tersenyum lebar. Seorang pria itu pun mengagguk mengiyakan dan ikut masuk ke dalam toko dengan kedua pegawai nya mengikuti langkah kaki Ranti. 10 menit kemudian, Kue 7 tingkat itu sudah masuk ke dalam mobil truk pengantar makanan Ranti dan Filda pun ikut masuk ke dalam truk nya untuk memastikan kue pesanan nya sampai di tempat tujuan. "Waow.." Pekik Filda cepat karna kehilangan keseimbangan duduk di dalam truk itu. "Hati-hati." Ucap Ranti pelan dan segera membantu Filda yang hampir saja terjungkal karna truk nya terus saja bergoyang. "Uhh.. punggung ku sakit! kapan kita sampai?" Ucap Filda cepat dan terdengar menggerutu itu. "Entahlah, tapi kita sudah lumayan lama duduk di truk ini." Ucap Ranti cepat dan tersenyum kecil. "Iss.. seandainya si Joy membawa mobil maka kita tak perlu menumpang di dalam sini." Ucap Filda kembali dengan mengibas-ibaskan tangan nya di wajah nya kegerahan itu. "Sudahlah, itu bukan salah nya.. aku juga tidak tau mengapa motor ku bisa mogok di hari sepenting ini." Ucap Ranti pelan dan terdengar merasa bersalah itu. "Benar juga! biasanya motor mu tak pernah mogok kecuali pas kejadian itu." Ucap Filda cepat dan terdengar memelankan suara nya di akhir kalimatyang ia ucapkan itu dan memandang Ranti dengan pandangan sendu nya. "Lupakan! aku tak mau mengingat nya." Ucap Ranti cepat dan menepuk-nepuk kedua pipi nya dengan pelan. Crit.. terdengar suara mobil berhenti yang mana membuat Ranti dan Filda menengok ke arah masing-masing dengan berbarengan. "Sudah sampai?" Pekik Ranti cepat dan tersenyum lebar. "Benar!" Pekik Filda kemudian dan tersenyum lebar seketika. "Silahkan turun, dan masuklah ke aula dalam bos kami akan membayar uang sisa kue pesanan nya di sana." Ucap salah seorang pria pembawa truk itu dengan cepat ke arah Filda dan Ranti. "Baik, terimakasih." Ucap Ranti cepat dan tersenyum kecil. Langkah kaki Ranti dan Filda kian berbarengan memasuki gedung yang telah di sewa dan di hias untuk pesta ulang tahun besar-besaran itu, sering kali Ranti bergumam tapjub akan pemandangan yang ia lihat itu. "Wow.. mewah sekali, bahkan saat umur ku jenap 10 tahun saja pesta ulang tahun ku tak sebesar dan sesempurna ini." Gumam Filda pelan dan mengedarkan pandangan nya ke seluruh penjuru gedung itu. "Apa kau anak usia 10 tahun, hah? membuang-buang uang saja dengan menyewa gedung mahal ini, lebih baik mengamalkan nya kepada orang tak mampu." Ucap Ranti cepat. "Maksud mu, orang seperti kita?" Tanya Filda cepat dan tersenyum penuh jahil. "Benar, hahaha.." Ucap Ranti cepat dan tertawa lebar seketika berbarengan dengan tawa jahil Filda sahabat karib nya itu. "Khm.." Terdengar suara deheman yang mengagetkan untuk Ranti dan Filda! sontak saja mereka berdua langsung mencari asal suara itu. "Kau!" Pekik Ranti pelan dan senyuman di bibir Ranti luntur seketika saat menatap wajah pria yang sangat amat di hindari nya itu. "Sudah lama kita tak berjumpa." Ucap sosok itu cepat dengan tersenyum miring ke arah Ranti. "Asal kau tau saja, Aku tidak pernah mengharapkan untuk bertemu dengan mu kembali." Ucap Ranti cepat dan mentap balik sosok pria yang di hadapan nya itu. "Kau tau? aku juga mengharapkan hal itu!" Ucap sosok itu cepat dan segera berjalan tegap memalui Ranti begitu saja seolah-olah Ranti hanya angin lalu yang sangat mudah untuk di lewatkan. Ranti menggepalkan kedua tangan nya dan berulang kali berusaha menetralkan suara jantung nya yang kian berdegup dengan kencang ia pun berucap "Apakah ini pesta, Dia?" Ucap Ranti pelan berbicara pada Filda sahabat nya itu. Filda sontak menggeleng dengan cepat dan berucap "Sumpah, Ranti.. suara yang ku terima telpon nya bukanlah suara dia! aku memang tidak tau siapa yang memesan, tapi percayalah pada ku Ranti.. kalau aku tau dia yang memesan maka akan ku tolak." Ucap Filda cepat berkata jujur apa adanya kepada Ranti yang saat ini terdiam terpaku itu. "Aku percaya padamu, Filda.. segera kita cari saja siapa orang pemesan kue itu." Ucap Ranti pelan dan berusaha menampilkan senyuman kecil untuk sahabat nya itu. Setiap kali Ranti melangkahkan kaki nya ia teringat kembali kejadian 5 tahun silam saat dia di rendahkan! Ranti terus saja beristigafar di setiap langkah nya, dan berucap dalam benak nya "Kali ini tidak akan ada orang kaya satu pun yang bisa merendahkan ku." Gumam Ranti pelan dengan wajah sendu nya itu. "Permisi, Mba Filda ya dari toko kue?" Tanya seorang wanita paruh baya yang memakai pakaian desainer ternama itu pada Filda. "Ahh.. iya," Ucap Filda cepat dan tersenyum kecil kepada sosok wanita yang baru saja ia temui itu. Sebuah amplop coklat pun segera di keluarkan dari tas, wanita itu pun segera berucap "Ini, setengah pembayaran untuk pesanan kue nya.. terimkasih banyak ya Mba, Anak saya suka dengan kreasi kue yang Mba buat." Ucap wanita itu cepat dan tersenyum lebar ke arah Filda dan Ranti. "Sama-sama, Bu." Ucap Filda cepat dan ikut tersenyum kecil setelah mengambil amplop coklat yang telah di berika wanita yang ada di hadapan nya itu. "Kalau begitu kami pamit pulang, Bu." Ucap Filda cepat dan tersenyum kecil. "Loh, tidak mau ikut merayakan pesta ulang tahun anak saya dulu?" Ucap sosok wanita itu cepat. "Maaf Bu, takut kemalaman.. jarak toko dan gedung ini lumayan jauh, tolong sampaikan ucapaan selamat ulang tahun dari kami pada anak Ibu." Ucap Filda cepat dan tersenyum kecil. "Baiklah, sekali lagi terimakasih ya." Ucap sosok wanita itu cepat dan segera mengantar Ranti dan Filda menuju pintu keluar gedung. "Hati-hati, di jalan." Ucap sosok wanita itu cepat sambil melambai-lambaikan tangan nya ke arah Ranti dan Filda. Ranti dan Filda hanya mampu mengaggukan kepala nya berbarengan dan tersenyum kecil ke arah sosok wanita yang ramah itu tak mereka berdua sangka bahwa masih ada didunia ini wanita kaya yang seramah dan sebaik itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN