82. Hati tak Pernah Berbohong

2134 Kata

"Ranti? Anak itu tumbuh dengan cepat tampa perhatian ku, dan sekarang ia berkerja di bawah pengawasan ku tampa ku sadari? Dasar, anak hasil zina itu sekarang sudah berani menampakan dirinya di hadapan ku, hadiah apa yang seharus nya ku berikan pada anak itu? Hahaha." Ucap sosok pria itu dengan cepat dan tertawa meremehkan sebelum pintu lift itu tertutup rapat. Ranti menghela napas nya dengan lega saat melihat semua pasien sudah tertangani oleh kerja keras para tenaga medis selama berjam-jam itu. Tap.. satu sentuhan di kening Ranti, membuat Ranti segera melangkah mundur dari tempat nya berdiri saat melihat Zura yang sedang menghapus keringat di kening nya itu dengan sapu tangan yang berwarna putih itu. "Kau terlihat sudah membaik, Ranti? Tadi aku melihat mu tersenyum." Ucap Zura cepat de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN