"Sekeras apa pun mulut mu berucap, namun hati tidak akan pernah bohong Erik.. kini mungkin posisi ku di hati mu telah tergantikan oleh Suster Ranti." Ucap Anatasya lirih menatap lekat ke arah Erik yang sedang serius berkerja itu. Ranti mengendarai sepedah motor nya di sepanjang jalanan ibu kota, tak terasa satu persatu air hujan turun membasahi tangan Ranti yang sedang mengemudikan arah motor nya itu. Ranti segera mencari tempat menepi setelah ia melihat awan gelap yang bertanda akan turun hujan itu tepat di atas nya, Ranti memakirkan motor nya di antara ruko-ruko pedagang kecil yang berada di pinggir jalan. "Duh, aku bawa jas hujan ngga ya." Ucap Ranti cepat dengan wajah panik nya itu segera membuka jok motor nya dengan cepat mencari jas hujan di dalam sana. Doeng.. kosong! Ranti terdi

