Mendengar ucapan Bayu, Deyana mundur dua langkah, hanya untuk memastikan jika yang dia peluk benar-benar pria yang dia cintai. Rasanya, tak mungkin si pria berkata sekejam itu. Dalam hati Deyana, dia bisa merasakan kalau cinta Bayu padanya bukan main-main. "Katakan sekali lagi, Mas ...?" Deyana bertanya ingin memastikan, "Kamu bohong, kan?" lirihnya dengan mata mulai memburam. Bayu menyugar rambutnya dengan kasar. "Aku enggak bohong. Maaf, harusnya aku enggak biarkan semua ini sejak awal. Aku mencintai Adelia." "Enggak!" bantah Deyana, keras, "kamu membencinya. Kamu sangat membencinya, karna dia orang ketiga dalam hubungan kita. Kamu membencinya, karna dia membuatmu bertanggung jawab pada sesuatu yang dilakukan orang lain, ingat itu!" Deyana mencoba memprovokasi Bayu. Dengan mengin

