Hari telah kembali ke tampuk malam. Langit terlihat sangat cerah, penuh bintang berkerlip bersanding dengan sang bulan. Indurasmi nan redup, menyentuh wajah Adelia yang gundah. Wajah gadis itu juga tampak berkabut, serupa dengan suasana hati yang dilamun lara. Sepertinya, malam akan terasa sangat panjang baginya. Baru sehari menemukan 'Mas Bayu-nya' , kini Deyana datang merebut kembali perhatian sang pria. Adelia tersenyum getir. Kepalanya disentil sesuatu yang tak kasat mata, lalu mengatakan, bukan merebut. Akan tetapi, wanita itu mengambil hak yang telah terampas. Masih jelas terbayang di tempurung kepala gadis tersebut, bagaimana tatapan kebencian, ditikamkan Deyana kepadanya. Wanita itu tak mengatakan apa-apa, tetapi diamnya Deyana, membuat hati Adelia serasa ditindih berjuta kilo be

