Cemburu

1046 Kata

Sunyi merambat pelan layaknya malam yang menghadirkan banyak kemungkinan. Entah kesedihan atau pun kesenangan. Seperti malam ini, Adelia terpekur duduk di atas pembaringan sambil melihat telapak tangan--yang tadi dia gunakan untuk menampar Deyana. Ada sesal yang merambati rongga d**a. Seumur-umur, tak pernah sekali pun dia bersuara keras kepada wanita tersebut, apalagi memukul. Justru selama ini Adelia selalu mengalah. Meski pun, perlakuan Deyana tak pernah baik padanya. Sejak Adelia dibawa pulang ke rumah oleh Fairuz, wanita itu sudah menunjukkan sikap permusuhan. Ada saja kesalahannya di mata Deyana. Wanita itu tak mau semobil dengannya, bila terpaksa, Deyana akan menurunkan Adelia di pinggir jalan. Untuk sampai sekolah tepat waktu, gadis tersebut terpaksa menggunakan ojek. Apa pun yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN