Sadar

1099 Kata

"Aku berjanji untuk mengurangi berbahasa aneh padamu. Gerbang kematian?" gelaknya lagi. "Mulai sekarang namanya adalah gerbang depan. Tidak perlu berdandan dengan heboh. Mereka hanya melakukan arisan keluarga sekaligus pesta sambutan untuk Rio. Dan juga... jangan memaksakan dirimu." Aksa menatap lurus sosok yang sedang terduduk seorang diri di depan monitor berbagai ukuran itu sembari tersenyum simpul. Seorang perempuan yang menggulung sembarang rambut panjang itu tampak sedang melakukan panggilan sembari mengotak-atik apapun yang ada di hadapannya. "Aku harus melakukan sesuatu. Mungkin aku akan lebih terlambat darimu. Kabari aku jika kau sudah tiba di sana." tandas pria itu kemudian berbalik meninggalkan gedung berlantai lima tempat Risa bekerja. Setengah tubuh Aksa belum lagi masuk ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN