Adik

1011 Kata

"Syukurlah. Kupikir kau demam." tukas pria yang telah mewarnai rambutnya menjadi pink itu ketika mengukur suhu tubuh Risa. "Aku tidak menyadari rambut barumu. Apakah semalam sudah begini?" jawab Risa dengan balik bertanya. Rambut pink yang ternyata sangat halus membuat Risa ingin selalu mengusapnya. Senyuman yang selalu ia keluarkan ketika bersama Aksa terlihat berbeda dengan yang perempuan itu berikan kepada selainnya. "Aku harus melakukan sesuatu." balas Aksa meraih tangan Risa yang memainkan rambutnya dan mengecupnya lembut. Sikap tiba-tiba Aksa yang satu ini tidak akan membuat Risa terbiasa. Ia selalu kehilangan kata-kata dan tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Terlebih tatapan Aksa yang menerobos ke dalam pikirannya selalu berhasil menebak semuanya dengan mudah. "Aku belum akan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN