Windy keluar dari toilet. Wanita itu sama sekali tidak melirik bahkan tidak menyapa lagi sang suami. Menggunakan tongkat yang ia punya, Windy pun perlahan berjalan menuju tempat ia menyimpan peralatan ibadahnya. Dengan susah payah, Windy Menyusun dua buah bangku yang akan ia gunakan u ntuk shalat sebab ia belum bisa shalat dengan posisi normal. Jadi untuk melakukan ibadah, Windy harus dibantu oleh dua buah bangku. Satu ia gunakan untuk tempat duduk dan satunya lagi ia gunakan untuk tempat sujud. “Biar abang bantu,” ucap Putra. Dengan cepat, pria itu membantu Windy menyiapkan tempat ibadahnya. “Terima kasih, Bang,” balas Windy. “Berjamaah yuk. Abang akan wudu dulu.” Windy hanya mampu mengangguk lemah. Sebab sebenarnya ia hanya ingin ibadah sendiri. Beribadah sendirian di tengah malam bu

