"Kenapa melamun begitu?" Tama memegang kedua lengan Dhira. Dhira menggeleng pelan, "Enggak ada apa apa mas..." Memasang senyum manis di wajahnya, meski pun sedikit dipaksakan. "Jadi, hari ini rencananya mau kemana?" tanya Tama lagi sambil membelai lembut rambut sebahu Dhira yang sangat harum aroma strawberry dari shampo yang dikenakannya. Dhira mengangkat kedua bahunya, "Kemanapun, asal bersamamu aku ikut..." Menyenderkan kepalanya di lengan Tama. Tama mengerutkan dahinya, bingung. Lebih tepatnya pura pura bingun. "Sejak kapan kamu jadi gombal begini?" "Sejak kamu lamar... Hehehe..." Dhira terkekeh sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. "Cuma sama aku atau pernah sama yang lain?" goda Tama sekenanya. Dhira mengangkat kepalanya dari lengan Tama yang di jadikannya se

