"Lepas... apa apaan sih pegang pegang," ucap Dhira berusaha menjauh. "Enggak akan pernah..." Tama semakin memegang erat pinggang Dhira hingga tak ada ruang untuk terlepas. Setelah di rasa cukup jauh dan aman dari tempat pemuda perjudian dan pria pria yang keluar dalam keadaan mabuk itu, Dhira menghentikan langkahnya. "Ngapain ikuti aku? Aku bisa pulang sendiri." Dhira membuang pandangannya ke arah samping dengan kedua tangan yang bersedekap di depan d**a. Tama tersenyum tipis melihat aksi yang tengah di jalani Dhira. "Mau coba kabur lagi dari aku? mau ke Turki? atau ke Korea Selatan?" tanya Tama sekenanya. Dhira mengerutkan dahinya. 'Kenapa dia bisa tahu niat aku sih? Atau jangan jangan mas Tama bisa baca fikiran kali ya,' batinnya dalam hati dengan wajah cemberutnya. "Mau cari pasang

