Kabar Buruk

1025 Kata

Dhira yang berada di kamar sebelah terkejut mendengar suara teriakan Tama. Dirinya yang kebetulan belum tidur pun segera beranjak dari kasur menuju kamarnya. Dengan setengah berlari, Dhira menerobos masuk ke dalam kamar tempat Tama beristirahat. "Mas... Kamu kenapa?" tanyanya dengan nafas tak beraturan. Tama duduk di tepi kasur dengan kedua tangan yang meremas kasar rambutnya hingga berantakan, selama Dhira mengenal Tama tak pernah sekalipun wajah kacau seperti itu terlihat. Dhira juga bisa menangkap dengan jelas jejak air mata yang belum kering di bulu matanya. Dhira mendekati Tama, meraih kedua tangannya dari rambut yang terlihat berantakan. "Hei... Kamu kenapa mas?" tanya Dhira begitu lembut, sembari mengecup punggung tangan Tama. Tama menghela nafas kasar, "Kita akan pulang pagi p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN