Jasmin Anakku

1211 Kata

*Flashback On* "Katakan, Tama. Dimana anakku. Dimana Marissa? Katakaaaan!!!" Seperti kesetanan, Arjuna berteriak dengan mata yang membesar. Rasa penasarannya sudah di ubun ubun, dan tidak akan melepaskan Tama begitu saja sampai dirinya mendapatkan jawaban atas semua pertanyaannya. "Apa pedulimu? Bukankah kau tidak menginginkan mereka sama sekali? Bukankah kau menginginkan darah dagingmu sendiri lenyap, hah?!" Tubuh Arjuna sudah tersudut di dinding, Tama semakin tidak peduli dengan dirinya yang sudah kesusahan bernapas, pasalnya begitu kuat tangan Tama menarik kerahnya, hingga membuat napasnya tercekat. Sekuat tenaga Arjuna melakukan perlawanan. Jika di biarkan begini terus, bisa bisa dirinya akan berakhir begitu saja di tangan Tama, tanpa mengetahui fakta mengenai Marissa dan anaknya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN