Menunggang Kuda(?)

1040 Kata

Langit di luar masih gelap, jalanan masih terlihat sepi untuk memulai aktivitas, hanya segelintir manusia yang lalu lalang. Pun cuaca dingin begitu terasa menembus tulang. Walau begitu, ayam susah mengeluarkan suara khasnya untuk membangunkan manusia di beberapa tempat. Entah sejak kapan ketiga para bridesmaid itu duduk sejajar di ujung kasur memandangi wajah calon mempelai wanita yang masih menyulam mimpi tersebut. Sampai akhirnya Dhira membuka matanya setelah merasakan sesuatu yang bergerak di atas kasur. "Eum, kalian ... ngapain duduk di sana?" tanyanya dengan suara yang terdengar serak. Bahkan matanya masih malas untuk terbuka, sepertinya nyawa Dhira belum terkumpul semua dari alam mimpinya. "Ada ya calon manten tidurnya pulas banget. Biasanya yang aku sering dengar, mereka pada e

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN