"Ya, aku tahu aku salah. Aku juga sudah mengkhianati Dhira, tapi aku bisa jelaskan. Itu semua enggak seperti yang kalian pikirkan. Alea bu-" "Cukup mas Arjuna!" bentak Dhira menyela ucapan Arjuna. Ini bukan waktunya lagi untuk membahas semua permasalahan yang menimpanya beberapa saat lalu. Sebentar saja Dhira ingin meregangkan pikirannya yang kacau balau. Setidaknya sampai kedua orang tuanya sehat kembali. "Papa sedang istirahat. Maaf," tolaknya secara halus. Arjuna mengerti, sejujurnya ada satu hal yang ingin di jelaskannya pada Dhira. Tetapi sepertinya suasana tidak mendukung. Dengan berat hati Arjuna pun segera pergi dari hadapan Tama dan Dhira. Beberapa menit kemudian, nada dering ponsel Tama berbunyi. Ia segera menjawab panggilan tersebut. "Ya," ucapnya membuka percakapan. "T

