Bukan Bohong

1017 Kata

Berulang kali Dhira mencoba mencerna semua kata kata Tama tentang kejadian yang nyaris menghilangkan nyawa Renita beberapa jam yang lalu. Otaknya berputar putar sejak tadi, menerka nerka, siapakah perempuan yang tega mempunyai niat buruk pada perempuan yang tengah terbaring lemah itu. "Argh... Otakku benar benar mau pecah mikirnya." Memukul pelan kepalanya sendiri. Segera Tama dengan cepat menarik tangan Dhira, untuk menghentikan aktifitasnya. "Sudahlah, tenangkan fikiran kamu. Aku yakin semua akan terungkap. Ok?" Menatap Dhira. Dhira berdehem, sambil menganggukkan kepalanya. "Eeem..." *** Pagi ini Tama akan kembali ke rumah sakit untuk memantau perkembangan kesehatan kedua calon mertuanya, setelah semalam di paksa oleh Dhira dan Adi untuk beristirahat di rumah. Sebelum pergi ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN