Bab 60

1560 Kata

Sepulang dari majlis yang berisi kajian itu, Angel lebih banyak diam. Perjalanan pulang kali ini berbeda dengan ketika dia berangkat tadi pagi. Begitu banyak hal baru yang terasa mencubit hatinya. Meskipun gamis dan kerudung itu dilepasnya, tapi dia masih memeluknya erat dalam dekapan seolah mendapatkan sesuatu yang berharga. “Mau ke daerah mana lagi? Hutan pinus, dusun bambu, lembah dewata?” Abian menyebutkan beberapa tempat wisata lagi seraya tetap fokus mengemudikan sepeda motornya. “No!” Angel memangkas cepat ucapan Abian. Entah kenapa dirinya mendadak ingin berdiam. Jiwanya seolah bara yang meletup-letup, melampiaskan semua emosi yang memuncak karena patah hati. Serangkaian kegilaannya terbayang di kepala. Mulai dari clubbing, bahkan dirinya sampai kembali menikmati hal yang sud

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN