Bab 68

1698 Kata

Angel menunduk menenangkan debaran di dadanya. Lalu dia mengangkat wajah dan tersenyum menatap Abian yang tengah menunggu. Angel berjalan dengan serangkaian kalimat yang sudah diaturnya di dalam kepala jika Abian bertanya-tanya tentang kejadian tadi. “Angel, kamu sakit?” Abian menatap cemas. “Enggak, Mas! Mungkin aku masuk angin saja!” tukas Angel. “Apa karena kita terlalu sering, ya?” ucap Abian merasa bersalah. Mengingat dirinya yang seperti candu ketika b******a dengan sang istri. “Sssst! Jangan bahas hal kayak gitu di sini, malu!” Angel tersipu. Abian terkekeh. Dia menggamit jemari Angel dan kembali mengajaknya ke tempat makan yang tadi. Hati Angel yang tadi was-was mendadak hangat, Abian sama sekali tak menaruh curiga tentang mual dan muntahnya. Semoga semuanya masih aman samp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN