Bab 69

1608 Kata

Angel mengangguk lalu menerima botol itu dengan tangan gemetar. Dia pejamkan matanya menguatkan hati. Berharap ini akan menjadi dosa terakhir yang dilakukannya sekarang. Setelah ini, dirinya akan bertaubat. Bukankah Allah itu Maha Pengampun? Angel memejamkan mata, meyakinkan hatinya yang mendadak menciut dan takut. Namun perlahan botol itu bergerak mendekat pada bibirnya. Tangannya bergetar hebat karena melawan nurani dan ketakutannya sendiri. Ya, Angel takut dosa. Namun sepertinya hatinya jauh lebih takut kehilangan Abian yang sudah menunjukkan jalan untuknya berubah. Baru beberapa teguk cairan itu ditenggaknya, suara seseorang mengejutkannya. “Angel!” Suara Steven terdengar bersama derit pintu. Baru seperempat isi botol itu berpindah pada mulut Angel. Kedua mata Angel terbuka lebar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN