Bab 49

1490 Kata

Rinai berjalan pulang. Beberapa peser rupiah yang didapatnya hari ini cukup untuk menyambung hidup. Uang sisa kerja waktu di rumah Mami dulu, sama sekali sudah tak dipegangnya. Rinai sudah memberikan semuanya pada Harum kala pindahan rumah. Begitu pun uang bulanan dari Wira. Semua kartu debit dan kreditnya ditinggal di apartemen. Rinai memilih menjalani hidup seperti dulu. Rinai menyimpan bakul bekas jualan keliling. Awalnya dia hendak mangkal lagi di tempat yang lama, akan tetapi sudah dicobanya sekali pada waktu itu suasananya sepi. Rinai bergegas membersihkan diri lalu menunaikan empat rakaat kewajiban yang tak boleh ditinggalkannya. Rinai bermunajat, menengadahkan tangan pada sang pencipta. Ditengah kekhusukannya meminta, terdengar deru mobil yang berhenti samar. Tak berapa lama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN