Bab 48

1544 Kata

Mami masuk kembali ke dalam kamar yang ditempati Wira. Wajahnya tampak tegang setelah mengobrol dengan orang yang dipercayanya sebagai dokter itu. Dia mendekat pada Wira lalu mengusap pucuk kepalanya. “Wira, Sayang! Kamu istirahat saja dulu, ya! Jangan banyak pikiran! Kamu pasti baik-baik saja!” Mami menatap putranya penuh kekhawatiran. Wira yang kini tengah bersandar pada beberapa tumpukkan bantal itu hanya diam. Sama sekali tak menggubris pernyataan Mami. Tatapan matanya lurus ke depan dan kosong. “Papi, ayo berangkat dulu! Kita sebentar saja ya menghadiri acaranya!” bisik Mami pada lelaki yang terdiam seribu bahasa ketika Mami kembali ke ruangan. “Hmmm!” Tuan Dharma berdiri lalu berjalan mendahului Mami untuk pergi ke luar. Mami tampak tergesa dan mengikuti langkah panjang san

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN