Tasya digiring ke mobil polisi yang terpakir di depan. Harum yang memang jarang berbaur dengan tetangga sejak tadi hanya mengintip dari balik jendela. Ya, dirinya masih sangat kaku dalam bergaul, terlebih merasakan kalau latar belakang dirinya berbeda. Sampai saat ini pun, dia belum mengenal baik Nyonya Marta. Hanya sesekali bertemu ketika dirinya mengantarkan makanan atau oleh-oleh yang didapatnya dari Rinai. Selebihnya, Harum hanya menghabiskan waktu sendirian dengan berkebun di halaman belakang. “Astaghfirulloh! Itu ‘kan Tasya?” gumam Harum dalam d**a. Entah dorongan dari mana, tiba-tiba dia mengambil gawai dan menangkap foto Tasya. Mobil polisi itu menjauh. Tak berapa lama kerumunan para perempuan di rumah Bu Marta perlahan membubarkan diri. Harum mengetikkan nomor Harsuadi pada ga

