Pihak Keamanan Presiden

1532 Kata
“Jadi, saya mengajak kalian semua untuk…” Dar… Yahmar yang memang tidak menyalakan mikro earphone miliknya itu karena ia harus fokus pada pidatonya pun terkejut saat mendengar suara letupan senjata dari bawah sana. Orang-orang terlihat berlarian menjauhi tempat asal suara letupan senjata tersebut. James yang berdiri di samping kanan altar tersebut dengan cepat mengeluarkan senjatanya dan naik ke pembatas altar untuk melihat apa yang terjadi di bawah sana. Sementara Luis membawa Yahmar untuk kembali ke belakang altar dan melindunginya dari serangan susulan yang bisa saja terjadi. “Apa yang terjadi?” Yahmar bertanya seraya menyalakan mikro earphone yang ia gunakan. Luis hanya menggelengkan kepalanya dan berlari untuk menyusul James yang masih di atas pembatas altar International State Exhibition tersebut. “Ksskkk… Arial, laporkan yang terjadi?!” Yahmar mengeluarkan LsMltf-01 miliknya dan menatap pada Dokter Samuel yang juga sudah menggenggam sebuah hand gun. “Kssskkk… Matt tertembak!” Laporan tersebut cukup membuat Yahmar merasa terkejut, sangat terkejut. Akhinya ia mengakan Dokter Samuel untuk segera menyelamatkan Matt, karena bagaimanapun juga lelaki itu pasti membutuhkan seorang dokter. “Aku dan Samuel akan pergi kesana!” Ucap Yahmar mengkonfirmasi kepada mereka semua. “Ksskkk… Jangan!” “Tidak perlu, Yahmar!” Langkah Yahmar terhenti saat ia mendengar perintah tersebut yang diberikan oleh para anggota tim lainnya padanya. Kemudian ia melirik pada Samuel yang sama terkejutnya dengan dirinya. Di satu sisi ia bisa menyuruh agar hanya Samuel yang pergi kesana, tetapi ia juga mengetahui bahwa Samuel tidak begitu handal dalam menggunakan senjata. “Tapi dia butuh dokter!” Yahmar kembali berbicara, ia protes dengan nada suara yang tinggi yang memperlihatkan betapa marahnya dia kali ini karena larangan tersebut. Dar! Dar! Suara tembakkan yang saling bersahutan itu membuat hati Yahmar tidak tenang, “Ck! Presetan!” Ia memilih untuk mematikan mikro earphone nya dan berlari ke arah lift untuk menghampiri tempat kejadian yang berada di bawah sana. Dokter Samuel terkejut dengan keputusan Yahmar dan ia pun mengejar lelaki itu. “Tunggu Yahmar.”   “Sambungan Yahmar dimatikan!” Arial yang menangani sambungan milik Yahmar, Luis dan Samuel pun memberitahukan hal itu pada Gantara. Keduanya saat ini sedang sibuk untuk mencari kemana tiga orang lainnya yang sama-sama mereka curigai, sementara di bawah sana Bima dan salah seorang pelaku sedang saling beradu tembakan. “Ketemu! Dia berlari ke arah pintu masuk The first defiance of Gravity, kurasa dia akan mencari Yahmar! James!” Gantara memberikan laporan tersebut pada James agar lelaki itu segera melindungi Yahmar yang sengaja mematikan mikro earphone nya. “Ksskkk… Roger that!” James membalas perintah Gantara, dan terlihat pergi ke arah pintu masuk dengan cara parkeur dari tembok pembatas International State Exhibition. “Dia membawa senjata jenis Assaul Rifle di dalam tasnya dan membawa Handgun. Jangan sampai ia berhasil mengeluarkan senjata Rifle tersebut!” Gantara kembali menginformasikan apa yang di bawa oleh lawan mereka itu, karena James pasti membutuhkan informasi tersebut. “Sial! Okay!” James kembali menjawab ucapan Gantara di tengah perjalanannya. Kemudian Gantara melihat titik keberadaan Rio yang masih sama seperti sebelumnya. “Rio!” Gantara menghubungi Rio yang terlihat tetap diam dalam posisinya itu. Ia mencurigai kediaman Rio tersebut, dan mengkhawatirkan adanya sesuatu hal buruk yang menimpa Rio. “Rio?!” Ia kembali memanggil lelaki tersebut ketika tidak mendapatkan jawaban atas panggilan pertamanya. Ia melirik pada Arial yang ada di sampingnya, membuat lelaki itu segera mengambil alih sambungan terhadap Rio. Sementara Gantara kembali mencari pelaku lainnya. “Rio!” Arial memanggil sahabatnya tersebut, dan mengutak atik layar virtual miliknya agar dapat melihat secara jelas bagaimana keadaan Rio saat ini melalui satelite. “Rio!” Dia kembali memanggil Rio untuk memastikan bahwa sambungan itu masih terhubung. Ketika ia berhasil mendapatkan akses untuk memantau Rio secara langsung, ia melihat Rio tengah berlutut di tempatnya dengan wajah yang pucat, nafasnya pun terlihat memburu. Arial menyipitkan matanya mendapati keadaan sahabatnya tersebut. “Rio, tenangkan dirimu. Tarik nafas yang dalam!” Ia berusaha menenangkan Rio dari jarak jauh, berharap itu dapat berhasil. Namun itu tidak juga berhasil sehingga ia berniat untuk meminta Luis mengecek keadaan Rio. “Lu…” “Aku menemukan orang mencurigakan lainnya!” Arial melirik pada Gantara yang memperlihatkan orang yang telah mereka curigai itu, kemudian ia mengangguk dan melaporkan hal tersebut pada Luis. Tidak ada cara lain kecuali meminta Luis untuk menahan orang tersebut. “Luis! Orang terakhir yang kami curigai berada di tempat parkir The first defiance of Gravity, entah apa yang akan ia lakukan. Orang ini adalah wanita yang Bima curigai sebelumnya!” Arial melaporkan hal tersebut sehingga Luis mendapatkan tugas untuk menangkap wanita mencurigakan tersebut. “Roger that!” Ia melihat Luis belari menuju tempat parkir, di mana wanita itu berada. Setelahnya Arial berdiri dan mengambil sebuah pistol. Kemudian ia manatap pada Gantara untuk meminta izin darinya menghampiri Rio yang terlihat dalam keadaan tidak baik-baik saja. “Pergilah! Lihat keadaan Rio, dan jika kau sempat bawa Matt pergi dari sana!” Sebelum Arial meminta izin pada Gantara, lelaki itu sudah lebih dulu memberikan izin bahkan ia menyuruh Arial untuk mengecek keadaan Luis juga. Arial mengangguk dan segera berlari untuk ke tempat di mana Rio terdiam, dia tetap membawa layar virtualnya namun dalam bentuk kecil.   James telah sampai ke tempat tujuan, yaitu pintu masuk gedung The first defiance of Gravity. Namun tidak adanya siapapun di sana membuat James berhati-hati, ia bersandar pada sebuah tihang beton yang ada di sana. Dan mengatur nafasnya, saat ia mendengar suara langkah kaki yang mendekat, ia segera keluar dari tempat persembunyiannya. Clack! Dar! Begitu ia keluar dari tempatnya, sebuah tembakan terlepas ke arahnya, begitu beruntungnya James karena ia memiliki refleks yang cepat sehingga peluru itu tidak mengenainya. James menukar senjatanya dengan sebuah bius yang ia bawa dan menembakannya ke arah lelaki tersebut, namun itu kembali meleset. “Sial!” James mengganti kembali isi pelurunya dengan peluru timah ketika lelaki itu kembali melepaskan tembakan padanya. Bahkan bertubi-tubi sehingga James yakin lelaki itu telah berhasil mengeluarkan Rilfe nya. Dar… Dar… Dar… Baku hantam di antara James dan lelaki itu pun terjadi, hal tersebut cukup membuat James kewalahan.   Yahmar dan Samuel yang telah sampai di lantai dasar gedung The first defiance of Gravity itu terdiam ketika mendengar suara baku hantam senjata di pintu masuk. Yahmar melirik pada Samuel yang ada di belakangnya. “Apa yang terjadi?” Tanyanya, Samuel menatap padanya dengan kesal. “Nyalakan mikro earphone mu!” Samuel berucap seraya mengeluarkan handgun yang ada di sakunya kemudian ia berjalan ke arah pintu masuk, tetapi Yahmar menariknya agar kembali bersembunyi di balik tembok tersebut. “Kau seorang Dokter, kau di butuhkan jika ada dari kita yang terluka. Maka jangan masukan dirimu ke dalam situasi baku hantam senjata di depan!” Ucap Yahmar pada Samuel. Kemudian ia pergi ke tempat dimana James berada, meninggalkan Dokter Samuel yang terdiam ketika mendengar ucapan tersebut. “Bodoh! Aku pun dapat menggunakan senjata ini.” Ucapnya.   Luis berlari dengan sekencang yang ia bisa ke arah parkiran, ia melihat ke arah wanita yang mirip dengan ciri-ciri yang diberikan Arial padanya. “Apakah orang yang ada di…” “Ksskkk… Benar!” Maka setelah mendengar konfirmasi tersebut, Luis segera mengeluarkan handgun miliknya dan menodongkan senjata itu pada wanita tersebut. “Don’t Move!” Luis berteriak pada sang wanita yang terkejut ketika ia mendapati sebuah senjata tengah menodong padanya. Wanita tersebut terdiam dan mengangkat kedua tangannya ke atas, dan berlutut saat Luis mendekat. “Ksskkk… Senjatanya berada di dalam tas!” Gantara yang masih memantau Luis, memberikan sebuah informasi lanjutan sehingga lelaki tersebut dapat berhati-hati. “Lemparkan tas mu!” Luis memberikan sebuah perintah yang tidak di indahkan oleh wanita itu, dan menyebabkan Luis berteriak dengan kencang untuk mengulang perintahnya. “LEMPARKAN TAS ITU!” Beberapa orang menjauh dari keduanya ketika melihat Luis yang mengeluarkan senjata dan berteriak pada sang wanita, dan untuk kedua kalinya… wanita itu tidak mendengarkan perintah Luis dan justru dengan cepat mengeluarkan senjata dari dalam tasnya. Dar! Dan Luis pun tidak segan-segan melepaskan tembakannya bahkan sebelum wanita itu mengangkat senjata tersebut. Luis tidak menembak tubuh dari wanita itu, ia hanya menembak senjata yang wanita itu ambil sehingga kini senjata tersebut terlempar jauh dari posisi keduanya. Wanita yang masih berlutut di hadapan Luis itu menatap pada Luis dengan tatapan terkejut. Tentu saja wanita itu akan terkejut ketika ia berhadapan langsung dengan sebuah peluru yang melesat kencang. Luis dapat mendengar suara teriakan orang-orang ketika ia melepaskan tembakan tadi. “Ksskkk… Bawa saja dia, Luis!” Luis mengangguk mendapat perintah dari Gantara itu, ia segara memasukan handgun miliknya kedalam saku dan mengeluarkan sebuah borgol dari dalam tasnya. Kemudian memborgol kedua tangan wanita itu ke belakang, Luis sempat melihat pada orang-orang yang melihati mereka dari jarak yang cukup jauh. “I felt like a criminal, when I saw them looking at me like that!” Luis bergumam pada Gantara melalui mikro earphone nya, dan hanya dapat mendengar suara kekehan kecil dari lelaki itu. Setelahnya, Luis segera membawa wanita itu untuk masuk ke dalam sebuah van hitam yang bertuliskan ‘Keamanan Presiden.’ Maka setelah melihat mobil tersebut, orang-orang disana barulah mengerti bahwa wanita itu adalah seorang kriminal dan bukan Luis.  To be continued
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN