Chapter 8A. Lucio Devereux

1004 Kata

POV LUCIO Aku membiarkan Nadia duduk di depan laptop. Suara ketukan jarinya terdengar cepat, kasar, terlalu bersemangat. Itu adalah suara ketidakpuasan, sebuah tanda betapa dia membenciku saat ini, dan aku sangat menikmatinya. Jendela kaca besar di ruang kerjaku kini menampilkan pemandangan yang lebih cerah. Badai sudah mereda. Langit masih terlihat kelabu, tapi hujan sudah berhenti. Lampu-lampu kota yang tampak dari kejauhan mulai menyala. Secara teknis, Nadia sudah bisa meninggalkan tempat ini. Namun, dia masih di sini. Terjebak oleh perintahku dan kenangan yang baru saja kutanamkan di kepalanya. Kenangan tentang sentuhan di bioskop, dan kebohongan fisik yang dia lihat saat mandi. Aku bersandar di kursi roda, pura-pura membaca dokumen di meja, tapi mataku sebenarnya tertuju pada Nad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN