Chapter 14. Lucio Devereux

1162 Kata

POV LUCIO “Aku sudah minta Darian menyiapkan mobil. Sopir akan mengantarmu pulang setelah ini,” kataku pada Nadia sore itu. Gadis itu terkejut. Aku bisa melihat kerutan di dahinya saat mendengar ucapanku barusan. Mungkin aku yang berlebihan, tapi rasanya ada sesuatu yang mengganjal hatinya. Sama seperti … hatiku. “Baik, Tuan.” Nadia menyahut singkat. Sialan, ternyata memang hanya aku yang berlebihan. Aku pikir, dia akan bertanya ini dan itu. Atau setidaknya ingin tahu alasanku, nyatanya tidak sama sekali. Dan sialnya, itu membuatku sedikit kecewa. “Besok, datanglah ke kantor tepat waktu. Aku tidak mau kau terlambat,” kataku kemudian. Aku masih memaku pandangan pada Nadia yang kemudian mengangguk lemah. Tangannya dianyam di depan tubuhnya, kemudian napasnya keluar seperti membuan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN