Chapter 140 : Artis Perdamaian

1682 Kata

Pagi di Karimunjawa menyapa lembut. Mentari masih malu-malu mengintip dari balik awan, memercikkan kilau keemasan yang menggelayut di ujung daun kelapa. Angin laut berhembus pelan, mengibaskan rambut Malda Miura yang duduk bersila di atas tikar pandan. Ia mengenakan kaus longgar putih dan celana pendek bergaris biru laut. Di pangkuannya, Phoenix setengah tertidur sambil memeluk boneka lumba-lumba kecil hasil belanja kemarin. Udara pagi di Karimunjawa masih sejuk ketika keluarga kecil itu melangkah di atas pasir putih. Malda Miura menggandeng tangan Phoenix, sementara Yulianto Atmaja berjalan santai di samping mereka, sesekali menoleh ke arah laut yang mulai memantulkan cahaya mentari. “Gimana tidurmu, Phoenix?” tanya Yulianto sambil mengacak rambut putranya yang mulai tumbuh ikal. “Nyen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN