"Lapor Lord, saya sudah memeriksa. Dan memang kekuatan itu berasal dari penyihir putih, aku melihat penguasa mereka yang baru adalah seorang wanita Lord!"
"Seberapa kuat?"
"Aku rasa begitu kuat Lord!"
"Baik, awasi terus mereka. Jika ada pergerakan dari musuh, segera beritahu aku. Aku tidak ingin mereka jatuh ke tangan yang salah!"
"Baik Lord, dan satu lagi. Reza masih bersama Queen' Penguasa penyihir putih' dan aku yakin mereka pasti bisa mengontrol nya Lord!" seru Damian
"Reza? Apakah dia adalah tangan kanan dari Queen mereka?"
"Aku rasa begitu Lord, hubungan mereka berdua sepertinya cukup dekat. Ada kemungkinan bahwa selama di bumi, Reza lah yang melindungi Queen mereka!"
"Baik, aku mengerti. Aku akan mengunjungi mereka secara pribadi, aku tidak ingin ada yang tau akan hal ini. Apa kau bisa Damian?"
"Baik Lord!" ujar Damian
Ken mengangguk lalu langsung menghilang dari hadapan Damian. Ia langsung menuju ke dalam perpustakaan miliknya. Ada sesuatu yang sejak tadi bergemuruh dalam hatinya. Baru kali ini pemimpin dari para penyihir putih itu adalah seorang wanita. Dan itu cukup membuatnya terkejut sekaligus sedikit tidak siap untuk bertemu dengannya. Ada ramalan yang sepertinya pernah ia baca mengenai hal ini.
Ken duduk di meja kerja nya lalu membuka buku nya, ia harus berhati-hati jika ingin berjungkung ke sana. Karena bukan rahasia belaka saja jika area klan itu sangat memiliki aura mistis yang begitu kuat. Bahkan aura mistis itu masih bisa membuatnya dalam bayang-bayang ilusi.
***
Gadis itu terus berlarian di tengah hutan bersama dengan lelaki yang menyerangnya dari belakang. Langkah kaki gadis itu terhenti ketika sudah tidak ada lagi tanah tempat ia berpijak, jurang di depannya begitu curam hingga membuatnya harus menghentikan larinya. Gadis itu menoleh ke arah belakang, lelaki yang terus menyerang nya membuat nya sedikit kesulitan.
Dengan perlahan, ia menggerakkan tangannya lalu menengadah ke atas langit. Ia merasakan bahwa aliran darah nya terasa panas. Bersamaan dengan bunyi guntur di langit yang langsung terdengar saling menyahut. Dengan warna bola mata yang bersinar, ia mengarahkan tangannya pada sosok lelaki itu.
"Queen!"
Gadis itu sontak melepas tangannya begitu mendengar suara teriakan itu. Ia lalu menatap ke arah Reza yang berlari ke arah nya dengan ngos-ngosan. "Anda bisa membunuh nya jika menggunakan elemen petir Queen, itu sangat berbahaya!" ujar Reza begitu ia sampai di depan Arra. Gadis itu menoleh pada lelaki tadi, raut wajah nya pucat dan badannya gemetaran. Dengan langkah pasti, ia mendekat ke arah lelaki itu yang langsung bersujud di depannya.
"Maaf, aku tidak tahu akan hal itu. Apa kau merasa sakit saat melatih ku?"
"H-Hamba tidak apa-apa Queen, hanya saja. Saya mungkin tidak sanggup untuk melatih kekuatan Queen yang jelas jauh di atas saya,maafkan saya Queen!" ujar pemuda itu
"Tidak apa-apa, kau bisa pulang. Terimakasih sudah mau membantu ku berlatih, Reza akan memberikanmu upah sebagai hadiah!" ujar Arra sambil memberikan Reza sebuah isyarat
"Terimakasih Queen, anda sangat berhati bijaksana sekali!"
"Segeralah pergi dan ambil hadiah mu. Reza akan menemanimu!" ujar Arra
"T-tapi Queen, kau adalah tanggung jawab ku. Kita sudah jauh memasuki hutan dan sebaiknya anda ikut bersama dengan kami!" seru Reza
"Aku akan kembali Reza, aku tau jalan untuk pulang. Hanya saja, untuk saat ini aku ingin menikmati waktu ku!" ujar Arra dengan nada tidak mau di bantah
"Baiklah kalau begitu Queen, kembalilah sebelum matahari terbenam dan jangan memasuki daerah bersalju di sana!" ujar Reza
"Pergilah, dan berikan hadiah itu pada nya!"
"Baik Queen, kami mohon undur diri!" seru mereka lalu mulai berjalan menjauh meninggalkan Arra yang masih berdiam diri di tempatnya. Arra melanjutkan langkah kakinya, ia merasa begitu bebas dan begitu senang sekarang. Aroma pepohonan langsung menyambut indra penciumannya saat ia memasuki daerah pepohonan lebat. Suara aliran sungai juga menyambut kehadiran nya, seolah mereka memang sedang menantikan kehadirannya.
Saat sedang asik menatap air di depannya, tiba-tiba Arra merasakan sesuatu yang aneh. Aura kuat yang berasal dari belakangnya. Arra membalikkan badannya, matanya langsung membulat begitu melihat seekor serigala besar dengan taring yang menjulang ke luar dari mulutnya.
"Jangan mendekat!" ujar Arra saat serigala besar itu berjalan mendekati nya
Arra memutuskan untuk berlari, sengaja menghindar dari terkaman serigala itu. Aneh, Arra bahkan tidak bisa mengeluarkan kekuatannya. Ia sudah berusaha untuk berkonsentrasi, namun gagal. Satu-satunya jalan adalah dengan berlari sekuat yang ia bisa. Namun kecepatan lari Arra tidak sebanding dengan serigala itu. Dengan sekejap, serigala itu sudah berada di depannya dan siap menerkamnya.
Namun belum sempat serigala itu menerjangnya, sosok seorang pemuda berjubah langsung menghantam serigala itu hingga membentur pepohonan. Serigala itu langsung pergi menuju ke arah hutan yang semakin lebat. Arra masih berdiam diri di tempat tadi, ia menatap punggung lelaki itu.
"Apa kau tidak apa-apa?" ujar Arra memberanikan diri untuk memulai pembicaraan
Lelaki itu membalikkan badannya lalu tatapan mereka bertemu, seketika Arra langsung teringat akan sesuatu. Tatapan yang seolah familiar namun tidak ia ingat sama-sekali. Lelaki itu berjalan mendekat dan tidak melepas tatapannya dari Arra.
"Mengapa kau bisa sampai di wilayah Werewolf?" ujar lelaki itu setelah jarak mereka hanya beberapa langkah saja
"W-werewolf? Aku tidak sadar jika aku memasuki wilayah mereka. Tapi, terima kasih sudah menolongku. Siapa namamu?" ujar Arra sambil tersenyum
Lelaki itu diam, seolah terpana dengan senyum gadis di depannya hingga untuk bicara saja ia tidak mampu. Ia hendak membalas ucapan gadis itu, tetapi suara seorang lelaki langsung menginterupsi agar ia segera pergi. "Aku akan pergi, jaga dirimu baik-baik!" seru Nya sambil menghilang dalam sekejap.
Arra membelalakkan matanya,'menghilang?' Siapa pemuda itu?" batin Arra
"Queen!"
Arra mengalihkan perhatiannya lalu menatap kehadiran Reza dan beberapa pengawal. "Mengapa kalian bisa sampai ke sini?" ujar Arra
"Kami mencari mu di lokasi terakhir Queen, namun kami menemukan sesuatu yang janggal dan akhirnya kami memutuskan untuk mencari mu ke sini!"
"Apa ini adalah daerah Werewolf?"
"Ya Queen, apa Anda bertemu dengan mereka?" ujar Reza khawatir
Arra menganggukkan kepalanya "Tapi, ada sosok pemuda yang menolong tadi. Aku merasa aneh, mengapa aku tidak bisa menggunakan kekuatan ku tadi?" ujar Arra
"Mungkin Anda terkejut Queen, itu adalah faktor terlogis penyebabnya. Lebih baik kita segera kembali Queen, aku tidak mau ada kejadian aneh lagi nantinya. Ini juga sudah hampir menjelang malam!" ujar Reza
Arra mengikuti saran Reza, tapi sebelum ia melangkahkan kakinya. Ia menyempatkan diri menoleh ke arah belakang. Rasanya pemuda itu belum pergi, seolah memang sedang memperhatikannya dari jauh. Namun Arra segera berpaling saat Reza kembali menginterupsinya untuk segera berangkat.
Saat mereka sudah tidak terlihat lagi, sosok pemuda itu memunculkan diri dengan sebuah senyum kecil yang tercetak di wajahnya. Lalu sosok itu menghilang dan menuju istananya.
TBC