Bagian 21 ~ Tongkat Baseball

218 Kata

Vino terduduk menatap dirinya yang dikurung di dalam sel. Begitu terbangun dari tidurnya, lelaki itu sudah berada di sel dengan semua badan yang terikat. Ia tidak tahu apa yang dia sudah perbuat sebelumnya sehingga berada di sini.  Dan untuk alasan yang tidak dia ketahui, ada perasaan hampa di hatinya. Seperti kehilangan seseorang yang begitu berharga baginya. Air mata mengalir begitu saja dari sudut matanya. Lagi. Dia tidak tahu untuk siapa dia menangis dan kenapa harus menangis.  Perhatian Vino tertuju pada sosok gadis yang di kurung di sebelah selnya, gadis itu terlihat tidak sadarkan diri. Karin? Perlahan, Vino merasakan sakit di kepalanya. Lalu bayang-bayang dimana ia melakukan hal bodoh itu terbayang di kepalanya. Bagai di hantam oleh sebuah kenyataan, Vino akhirnya sadar bahwa dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN