Arra mengerjapkan matanya merasakan silau yang menerpa wajahnya. Dengan perlahan ia membuka matanya namun tidak berlangsung lama karena ia langsung menutup matanya kembali. Sakin silaunya terpaan cahaya matahari. Setelah cukup lama, Arra mulai bisa menormalkan netra matanya. Ia membuka matanya. Perlahan. Lalu tatapan Arra tertuju pada langit-langit kamar nya. Warna yang begitu maskulin dan terasa aneh, dan satu lagi. Arra melihat sosok laki-laki yang sedang duduk menyender dan menatapnya lekat. Sekilas Arra langsung teringat dengan mimpi nya. Tatapan laki-laki itu begitu membuat Arra terpana. Wait. Tunggu dulu, bukankah? Arra menatap lelaki itu yang berjalan menuju ke arahnya. Mata Arra selalu terpaku dengan sorot mata teduh lelaki itu. "Kau sudah bangun? Apa kau merasa lebih baik?"

