Empat Puluh

1263 Kata

"Oma aku lapar." Erista memotong sayur dengan kasar saat telinganya mendengar suara Lea. "Kau tidak lihat aku sedang memasak. Kau buta ya?" sentaknya seraya mengacungkan jari telunjuknya. Lea menunduk. "Maaf, Oma." "Ck, tidak kau. Tidak ibumu. Selalu saja menyusahkanku. Kalian memang tidak tahu diuntung," dumel Erista, sembari melanjutkan memotong sayur. "Jaga ucapanmu. Lea dan Griya itu cucu dan anak kita. Tidak seharusnya kau mengucapkan itu." "Bela terus!" teriak Erista tak menghiraukan ucapan sang suami. "Opa," panggil Lea dan berhambur kepelukan Opanya. Ia menangis terlalu terkejut karena sentakan Erista padanya tadi. "Lea ke kamar dulu ya. Nanti kalau makanannya sudah jadi Opa akan panggil Lea." Lea mengangguk. Tanpa diminta dua kali ia langsung menuju kamarnya. "Kau yang m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN