Tiga Puluh Sembilan

1447 Kata

Andrean menutup kasar pintu mobilnya setelah tadi ia mengejar Lea yang berniat kabur darinya lagi. Tidak banyak bicara Andrean langsung menggendong Lea di bahunya, tidak peduli pemberontakan yang anak itu lakukan. Meski air mata menyertai, Andrean tidak lagi mudah dibuat luluh. Ia hanya tidak menyangka, anak yang selama ini ia besarkan dengan begitu banyak kasih sayang, tidak hanya darinya, orang tuanya pun juga. Kasih sayang mereka tak ada batas walau mereka tahu Lea bukan cucu kandung mereka, walau mereka tahu Lea anak dari seorang wanita ular, licik dan picik. Tapi apa balasannya? s**t, ini diluar dugaannya. Anak itu tidak memegang janjinya, untuk tidak berbuat masalah, agar bersikap baik. Andrean pikir karena Lea dan ketiga anak kandungnya sebelumnya telah bersama, tinggal bersama dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN