Tiga Puluh Delapan

1947 Kata

Andrean bergegas turun dari kendaraannya begitu sampai didepan rumah Marsha. Terlalu terburu-buru hingga ia melupakan satu yang tertinggal di mobilnya. "Daddy tunggu!" Niat ingin memencet bel harus terhalang oleh teriakan dari dalam mobil. Mau tidak mau ia berbalik dan membuka pintu untuk Lea. Ya, suara teriakan itu berasal dari Lea. Lea meminta ikut ke rumah Marsha dengan alasan rindu. Keke awalnya menolak Lea untuk ikut, biar tinggal saja bersamanya di rumah karena takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, mengingat Lea sempat menolak kehadiran Cio, Izy dan Ara sebagai anak Daddynya juga. Namun airmata Lea mengalahkannya. Keke akhirnya menyetujui permintaan itu. Asal Lea bisa berjanji padanya untuk tidak bersikap buruk. Andrean pun mengizinkan Lea ikut Meski ia merasakan kekhawatir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN