Terhitung sudah dua puluh menit yang lalu Marcel pergi untuk memantau restoran miliknya, sedangkan Marsha berkutat di dapur, menyiapkan makan siang. Dirinya tidak setenang yang terlihat. Namun, ia tidak mau menunjukkan ketidaktenangan itu didepan anak-anak. Kehadiran Andrean sedikitnya telah mengambil harinya yang tenang, ia tidak tahu lagi hari yang ia lewati kedepannya nanti seperti apa. bahagia atau berduka. Entahlah. Dulu ia menginginkan anak-anaknya di akui oleh ayah kandungnya, setidaknya ayah kandungnya tahu keberadaan mereka. Tapi, setelah keinginan itu terwujud. Mendadak ia tidak menginginkan hal itu terjadi. Dalam hatinya terdapat ketakutan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Selesai menyiapkan makanan, Marsha melangkah menuju lantai atas. Memanggil anak-anaknya untu

