Tiga Puluh Enam

1849 Kata

Andrean menjatuhkan dirinya di sebuah sofa panjang di ruang tamu rumah orang tuanya. Menyandarkan dirinya pada sandaran sofa dan menatap langit rumah. Menarik lalu menghela nafas ia lakukan berulangkali, ingatannya masih ada di kejadian tadi yang masih menyesakkan d**a. "Apa yang harus aku lakukan?" batin Andrean. Keke yang baru turun dari tangga menggelengkan kepala melihat tingkah putranya. "Setelah kau jadi pengecut dan pria tanpa tanggung jawab, sekarang kau ingin jadi pemalas juga, Andrean," ketus Keke, wanita yang masih terlihat muda di usia hampir lima puluh tahun tersebut, bersendekap angkuh di depan Andrean. "Mama." "Tidak, aku bukan Mamamu. Sudah ku bilang anakku itu tidak bodoh dan pengecut. Sedangkan kau, berbanding terbalik sekali," sinis Keke pada anaknya sendiri. Orang t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN