Empat Belas

1365 Kata

Lea membuka kedua matanya. Sepasang matanya melihat Andrean tengah tertidur di sofa. Raut wajahnya berbinar disertai senyuman lebar. Ia senang Daddy nya datang. "Tante cantik benar, Daddy datang," gumam Lea. Rindu yang menggebu, membuat bocah itu bertindak tanpa berfikir. Ia turun dari bankar rumah sakit begitu saja hingga tiang infusnya ikut terjatuh akibat tarikan yang berlebihan. "Akhh!" teriak Lea kesakitan diiringi tiang infus jatuh menghantam lantai tadi. Punggung tangannya mengeluarkan darah karena infus ditangannya terlepas. "Akhh, Daddy!" Suara lengking Lea membangunkan Andrean. Pria itu melihat Lea jatuh ke lantai bergegas menghampiri kemudian menggendong lalu diletakkan di tempat semula. Setelahnya, ia memencet tombol Nurse Call untuk memanggil dokter dan suster. "Daddy, s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN