Marsha masuk ke dalam ruang rawat seorang anak yang tengah menangis sesenggukan setelah dipersilahkan oleh wanita paruh baya dalam ruangan tersebut. "Cucunya kenapa, Bu?" tanya Marsha, ia mengira jika anak perempuan itu cucu dari wanita paruh baya dihadapannya. Wanita itu menggeleng. "Dia bukan cucu saya, tapi anak majikan saya." "Yah, Mama sok tau!" sahut Izy mengejek mamanya. Marsha mengacak surai Izy dan tersenyum canggung. Malu karena kesalahannya. "Maafkan saya, Bu." "Tidak apa." Arah pandang Marsha berganti pada sosok mungil yang masih sesenggukan, tidak menangis sekencang tadi. "Dia mencari daddynya, majikan saya." Mendengar kata Daddy disebut pelayan rumahnya, bocah kecil tersebut kembali menangis keras, sepertinya ia benar-benar rindu sosok Daddy nya. Naluri Marsha sebaga

