Hendi pun berjalan menuju pintu gerbang. Saat melihat orang yang memencet bel dari balik pagar, dahinya mengernyit. Adiknya ternyata yang datang. Haduh, mengganggu saja, pikir Hendi. Dia pun membuka gemboknya dan meminta adiknya masuk. Raka pun memasukkan motornya di samping moror kakaknya. Hendi kembali menggembok pagar. Keduanya berjalan ke teras. "Di sini aza kang. Gerah." Kata Raka. "Oh oke. Sebentar. Aku akan minta istriku membuatkan minum." Kata Hendi. Dia pun berlalu ke dalam lalu masuk ke kamar. "Tolong buatkan minum untuk adikku. Es teh dingin aza." Kata Hendi. "Baik kang." Santi beringsut dari ranjang menuju dapur. Hendi mengikuti istrinya ke dapur. Saat istrinya sedang menyeduh teh, tangan Hendi bergerilya ke dua boba kenyal istrinya. Lalu meremas inti istrinya. "Akang u

