Santi masih terdiam dan membeku. Waktu seakan berhenti saat itu juga. Dia ga bisa berkata-kata. Ingatannya melayang pada sang mantan kekasih. "Nak, apa kamu sudah siap berhenti bekerja dan menemani suamimu nanti dinas di Kota B?" Tanya Rosad, menekankan kalimatnya biar anak bungsunya tersadar dari lamunannya. Rosad tahu putrinya itu sedang melamun dan berpikir. Santi kaget dan berusaha menetralkan hatinya. "Insya Allah siap ayah. Seorang istri, harus menemani ke mana pun suaminya pergi. Itu sudah merupakan kewajibannya." Jawab Santi, menahan kesedihannya. "Alhamdulillah kalo begitu. Jadi setelah menikah, kalian langsung pindah ke Kota B. Pak Rosad dan Bu Siti, apakah mengizinkan anak bungsunya tinggal di Kota B bersama anak saya?" Tanya Bakri. "Kami berdua mengizinkan. Sudah sepatu

