Keesokan harinya, dari mulai subuh semua sudah beraktivitas. Tina, Marni, dan juga kerabat dekat mereka berkutat di dapur. Perias mulai merias Santi dan Siti, lalu Ani. Setelah Tina dan Marni membantu di dapur, mereka juga dirias. Semuanya kompak memakai nuansa hijau sage. Marni dan Siti serta Ani sedang sarapan terlebih dahulu. Tina dan Marni masih dimake up. "Kamu gugup San?" Tanya Ani. Santi hanya mengangguk. "Bibi dulu juga pas lamaran gugup sama. Tarik napas. Keluarkan. Jangan berpikiran macam-macam. Jalani saja. Bibi tahu kamu masih sulit menerima perjodohan ini. Tapi nanti, lama kelamaan, kamu akan terbiasa." Kata Ani. Lagi-lagi, Santi hanya mengangguk. Dia sudah pasrah pada nasibnya. Menikah dengan orang yang tidak dia cintai, tapi direstui kedua orangtuanya. Biarlah dia mengal

