Bab 19

1024 Kata

Saat semuanya asyik berbincang sambil duduk lesehan, datanglah Santi. Sejak keluar dari kafe, Santi gegas menghapus air matanya biar ga kelihatan dia habis menangis. Lalu dia menuju supermarket dan membeli cemilan. Sejak keluar SMK, Santi memang langsung bekerja di sebuah perusahaan. Dia rajin menabung gajinya, jarang jajan, makanya dia bisa membeli motor. "Eh calon pengantin baru dateng. Belanja?" Tanya Marni. "Iya teh. Ada yang harus dibeli tadi. Kalian udah lama nyampe sini?" Tanya Santi. "Baru sejam lebih. Belum lama." Jawab Marni. "Ayo sini duduk. Kita obrolin soal lamaran besok." Kata Siti. "Iya. Sengaja ayah mengundang kakak-kakakmu dan juga bibimu ke sini. Biar bisa menyaksikan momen sakral besok." Kata Rosad, dia terlihat paling berseri dan bahagia dengan pernikahan Santi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN