Bertemu Denganmu

1041 Kata

Farhan Melihat tubuh Luna tiba-tiba luruh di hadapan, Farhan bergegas memafahnya. Baru saja mata mereka bertemu, mengapa tiba-tiba Luna jadi tidak sadarkan diri. Luna bagaikan adik yang selalu ingin ia lindungi. Farhan menyayangi Luna, meskipun hanya sebatas menyayangi layaknya kakak dan adik, bukan layaknya suami dan istri. "Lun." "Luna." "Luna kamu kenapa?" Sedikit di tepuknya pipi lembut milik Luna. "Luna, bangun Lun. Kamu kenapa?" mulai terlihat wajah cemas dari Farhan. "Dia kenapa Pak?" Sorot mata Farhan beralih pada Pak Darma. "Saya juga tidak tahu Pak. barusan ibu Luna baik-baik saja. Ia tadi pamit mau keluar, tapi tiba-tiba malah pingsan." Farhan tidak lagi perduli dengan perkataan Pak Darma. Dengan bahunya kokoh miliknya, ia menggendong Luna keluar dari ruangan Pak Darma.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN