Aluna Aku membuka mata setelah rasanya beristirahat beberapa waktu. Tapi mengapa susananya sangat asing bagiku. Aku di mana? Ku lirik selang infuse dan menyadari di mana keberadaanku sekarang. “Luna, kamu sudah siuman?” seorang wanita menatapku dengan rona bahagia. Ia mengusap kepalaku lembut. Aku masih saja terpaku melihatnya. Siapa dia? Rasanya tidak asing? Apa aku mengenal dia sebelumnya? Atau jangan-jangan aku masuk rumah sakit karena amnesia lagi. “Luna, Mbak tahu kamu masih bingung. Luna jangan marah ya! Nama Mbak Rahmi, Mbak adalah istri pertama Mas Farhan,” ucapnya sembari menggenggam tanganku dengan lembut. Sontak mataku membulat. Ini maksudnya apa? Kenapa aku di rumah sakit dan dia mempunya rona wajah sebahagia ini. Apa cuma perasaanku saja? Aku pikir dia sedang menertawa

