“Luna, aku tunggu kamu di tempat yang udah kita janjikan kemarin,” sebuah pesan masuk dari nomer yang tidak aku kenal. Janji? Sejenak aku berpikir, janji apa yang telah aku buat. Kak Ferdi? Ya ampun, gimana nih? Tapi dari mana ia bisa tahu nomerku. Setahuku, aku tidak satu grup WA sama dia. “Maaf ini siapa?” balasku. Demi memastikan jika itu memang betul Ferdi. Aku berharap itu bukan dia. “Ya ampun Luna, belum tua kamu udah pikun ya.” “Aku Ferdi. Segera ganti baju, turun lalu temui aku di café yang udah kita janjikan. Atau mau aku jemput terlebih dulu supaya kamu mau keluar,” balas Ferdi. Membaca balasannya memubuat tanganku gemetar. Ketemuan, naruhin nyawa. Apa lagi kalau dia nyamperin aku ke sini, habislah aku. “Jangan kelamaan mikir cantik,” chatnya lagi. Belum sempat aku memba

