Hari ini Mbak Rahmi ngajak ketemuan di resto seberang apartemen. Katanya mau ajakin aku ketemu sama seseorang. Aku udah dandan seadanya buat ketemua Mbak Rahmi. Ba’da zduhur aku keluar dari apartemen. Saat aku keluar dari pintu apartemen, aku melihat sosok yang tidak asing sedang menatapku penuh senyum di ujung lorong. Loh, Kak Ferdi. Sedang apa dia di sini? Saat Ferdi tersenyum, aku hanya menampilkan wajah datar. Aku ingin Mas Ferdi tidak lagi ramah padaku, dan agar kami tidak dekat satu sama lain. Aku bergegas menuju lif sebelum Mas Ferdi mendekat ke arahku. Aku menutup pintu lif, namun tangan Ka Ferdi lebih dulu menggapai pintu lif hingga pintunya urung menutup. Kali ini selesai sudah. Kak Ferdi tersenyum padaku dan masuk dalam Lif, aku masih tidak membalas senyumnya. Dan sekarang

