Kenang-kenangan

1364 Kata

“Tanggung lah Lun, udah di sini juga kita. Main aja lagi, tapi ngak usah pake yang muter-muter ya,” sahut Mas Farhan masih dengan wajah kuyu. “Ya udah deh, Luna makan dulu ya. Belum makan soalnya, hehe.” “Siaap.. makan yang banyak ya, biar anak kita sehat di sini,” Mas Farhan menyentuh perutku, sedikit mengelusnya juga. Mas Farhan minum dan istirahat dulu sebentar sebelum kami keliling lagi buat main. “Main lempar bola yuk Mas!” ajakku. “Ngak ah, paling hadiahnya minyak goreng,” sahut Mas Farhan. Ia sedikit memanyunkan bibirnya, lucu banget dia kalau lagi cabi begini. “Bersyukur tahu Mas dapet hadiahnya minyak goreng, kan lagi langka,” sahutku. “Main yang hadiahnya boneka gitu kek, biar kalo menang kita punya kenang-kenangan. Kalau minyak goreng kan di pake habis, masak mau nyimpen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN