Rayuan Maut

1065 Kata

“Luna Mas mohon jangan tinggalkan Mas. Mas sayang sama kamu dan juga anak kita, maafiin Mas yang ngakbisa ngontrol emosi Mas. Mas janji ngak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi,” ucap Mas Farhan sambil berlutut di hadapan kursi yang sedang aku duduki. Sepertinya Mas farhan lagi ngigo abis bangun tidur tadi, jadi aku ngak perlu meladeninya. Aku sibuk menyusui Keanu dan menutupinya pake jilbab biar Mas Farhan ngak bisa lihat bagian sensitive aku. “Luna, kalau gitu dia ngak bisa nafas,” Mas Farhan membuka sedikit biar kepala Keanu ngak ketutupan jilbabku. “Mas ambil minum gih, aku mau minum,” ucapku mencari alasan agar Mas Farhan pergi dari sini. “Bi Eti… ambilin minum Bi,” teriak Mas Farhan. Aku terbelalak, ternyata dari tadi ada Bi Eti di sini. Ku pikir Bi Eti sudah pulang. Tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN