The End

1280 Kata

“Mas punya kejutan buat kamu,tutup mata dulu dong,” ucap Mas Farhan yang tiba-tiba ada di apartemen saat aku dan Bi Eti baru pulang dari supermarket. “Apa sih Mas?” aku mencoba memasang wajah datar, biar ngak di bilang terlalu gampang di bujuk. “Tara,” Ucap Mas farhan penuh semangat setelah membuka mataku yang ia tutup dengan kedua tangannya dari belakang. “Wah bagus banget,” ucapku takjub. Ternyata selama kami berada di pasar Mas Farhan mendesain kamar menjadi dua motif. Sebelah motif anak-anak lengkap dengan tempat tidur bayi dan pernak perniknya dan sebelahnya lagi tempat tidur kami dengan photo pernikahan kami terpasang di atas tempat tidur. Photonya gede banget, sampe aku ngak tahu itu ukuran berapa. “Gimana, suka ngak?” Aku manggut-manggut dengan senyum lebar. Akhirnya di apar

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN