Hari ini dengan di bantu Mama mendorong kursi roda, aku menyaksikan sendiri saat-saat terakhir jenazsh Mbak Rahmi dimandikan, dikafankan di rumah duka yang selama ini di tempati oleh Mbak Rahmi dan Mas Farhan, terakhir di makamkan di permakaman umum terdekat. Aku lihat dengan mata kepalaku sendiri kesedihan yang mendalam di mata Mas Farhan, ia bahkan tidak sempat menolehku sama sekali biarpun hanya sekejap. Sementara anakku yang belum berumur satu hari itu masih di tinggal di rumah sakit di urus oleh Bi Eti. Di pemakaman, saat semua orang sudah membubarkan diri, hanya ada aku, mama dan Mas Farhan. Aku menyaksikan sendiri tangisan Mas Farhan, sambil menciumi nisan Mbak Rahmi. Aku sangat prihatin dengan keadaan Mas Farhan, ia kehilangan orang yang sangat berharga baginya begitu cepat. Mung

