Aku dan Mbak Rahmi berjalan membuntuti Mas Farhan menuju ruangan tempat di adakannya acara. Awalnya Mbak Rahmi berjalan berdampingan dengan Mas Farhan, namun karena aku ada di belakang Mbak Rahmi memperlambat langkahnya hingga akhirnya bisa menyertaiku. Lumayan lah, dari pada jadi dayang sendirian. Dua penjaga pintu yang aku ngak tahu itu siapa, tersenyum pada kami dan membukakan pintu. Mereka menunduk saat kami lewat. Mbak Rahmi menggandeng tanganku sambil tersenyum pada para tamu undangan yang sudah duduk di kursi mereka masing-masing. Kalau bukan karena tanganku terus di tarik oleh Mbak Rahmi, aku sudah duduk duluan di kursi paling belakang, biar ngak jadi bahan perhatian kayak gini. Sekarang semua mata tertuju pada kami bertiga. Dari pintu yang terletak di paling belakang, Mas Far

